Technologue.id, Jakarta - Spotify dikabarkan tengah menyiapkan fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna membuat versi cover hingga remix dari lagu favorit mereka. Namun, pengguna Premium kemungkinan harus merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati fitur tersebut.

Fitur AI yang sedang dikembangkan Spotify memungkinkan penggemar berkreasi dengan lagu-lagu dari artis yang berpartisipasi.

Pengguna nantinya bisa mengubah lagu dengan genre tertentu menjadi gaya musik berbeda. Misalnya, lagu bergenre folk diubah menjadi musik dansa atau dance music.

Tak hanya mengubah aransemen, teknologi ini juga memungkinkan pengguna membuat suara seorang artis terdengar seolah-olah menyanyikan lagu milik penyanyi lain.

Dengan kemampuan tersebut, penggemar bisa menghasilkan berbagai versi lagu sesuai kreativitas mereka menggunakan bantuan AI.

Menariknya, Spotify disebut ingin memastikan para artis tetap mendapatkan royalti dari karya remix buatan penggemar. Jadi, meskipun lagu telah diubah menggunakan AI, pemilik lagu aslinya tetap berhak memperoleh bagian pendapatan.

Spotify juga dikabarkan sedang mengembangkan sistem agar hasil remix bisa dimasukkan ke dalam playlist. Jumlah pemutaran remix tersebut nantinya berpotensi dihitung sebagai bagian dari lagu aslinya dalam tangga lagu Spotify.

Dikutip dari laporan terbaru, Spotify berencana meluncurkan layanan ini pada kuartal pertama 2027. Fitur tersebut bahkan berpotensi diperkenalkan bertepatan dengan ajang Grammy Awards yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027.

Untuk mengaksesnya, pengguna disebut harus membayar biaya tambahan sebesar US$ 4-5 atau sekitar Rp 66 ribu-Rp 83 ribu per bulan. Biaya ini berada di luar tarif langganan Spotify Premium yang sudah dibayarkan pengguna.

Sebagai gambaran, harga Spotify Premium Individual di Amerika Serikat saat ini mencapai US$ 12,99 per bulan. Jika biaya tambahan fitur AI diterapkan, total langganan yang harus dibayar pengguna bisa mencapai US$ 17-18 per bulan.