Jakarta, Technologue.id – Volkswagen resmi memulai pengujian jalan nyata dan pengumpulan data untuk teknologi berkendara otonom Level 3 (L3) di Hefei, Anhui, China. Langkah ini menandai babak baru upaya raksasa otomotif asal Jerman tersebut dalam mengembangkan teknologi kemudi otonom canggih di pasar Tiongkok. Perusahaan telah memperoleh izin uji jalan untuk L3 di kota tersebut sebelum memulai rangkaian pengujian.

Izin uji jalan tersebut menjadi tonggak penting bagi Volkswagen dalam memperluas penerapan teknologi berkendara otonom di China. Menurut pernyataan Volkswagen China pada Senin (waktu setempat), capaian ini merupakan kemajuan menuju target perusahaan untuk mencapai kesiapan teknologi L3 pada 2027. Namun, perusahaan belum mengungkap model yang tercakup dalam izin tersebut.

Volkswagen juga tidak membeberkan rute pengujian maupun jumlah armada yang diterjunkan dalam uji jalan kali ini. Meski demikian, langkah tersebut mempertegas komitmen perusahaan terhadap pengembangan kendaraan otonom. Sebelumnya, Volkswagen telah beberapa kali memaparkan garis waktu teknologi L3 di China.

Pada 11 April, Frank Han, Executive Vice President Volkswagen Group China sekaligus CEO Cariad China, menyampaikan dalam sebuah forum di Beijing bahwa Volkswagen akan mencapai berkendara otonom kondisional L3 pada 2027. Ia juga menyebut target berkendara otonom L4 pada 2029. Pernyataan itu menjadi acuan arah pengembangan teknologi perusahaan di Negeri Tirai Bambu.

Kemudian pada 22 Juli, Volkswagen dan Horizon Robotics mengumumkan rencana memperdalam kolaborasi pada model AI foundation melalui perusahaan patungan mereka, Carizon. Dalam rencana yang dipaparkan saat itu, pengiriman kendaraan yang dilengkapi kemampuan berkendara otonom L3 Volkswagen dijadwalkan mulai paling cepat pada paruh kedua 2027. Target tersebut sejalan dengan ambisi besar perusahaan di sektor kendaraan otonom.

Carizon sendiri didirikan pada Desember 2023 oleh Cariad, anak perusahaan perangkat lunak Volkswagen, bersama Horizon Robotics. Perusahaan patungan itu berkantor pusat di Beijing. Volkswagen menginvestasikan sekitar €2,4 miliar atau sekitar Rp41 triliun dalam ventura bersama tersebut dan memegang 60 persen saham.

Carizon akan memanfaatkan model AI foundation milik Horizon Robotics untuk mengembangkan solusi berkendara AI terpadu bagi Volkswagen Group di China. Solusi itu akan bekerja bersama system-on-chip C7H yang tengah dikembangkan, serta platform data GAIA world model. Kombinasi teknologi tersebut dirancang untuk mendukung penerapan kemampuan L3 dan L4.

Perlu dipahami bahwa China secara bertahap membuka pintu bagi aplikasi komersial berkendara otonom L3. Pada Desember 2025, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) memberikan persetujuan produk L3 kondisional pertama untuk kendaraan penumpang reguler. Model yang disetujui adalah Deepal SL03 dari Changan Automobile dan Arcfox Alpha S dari BAIC Group.

Seorang pejabat MIIT pada 22 Oktober menyatakan bahwa proses untuk batch kedua pilot persetujuan produk L3 tengah berjalan. Namun, ia tidak mengungkap pabrikan maupun model yang terlibat dalam pilot tersebut. Pernyataan itu menunjukkan perluasan uji coba teknologi otonom di China semakin terbuka.

Penting dicatat bahwa izin uji jalan berbeda dengan persetujuan produk. Izin uji jalan memungkinkan pabrikan menguji berkendara otonom kondisional pada ruas jalan yang ditentukan. Sementara persetujuan produk memungkinkan kendaraan yang disetujui mengikuti pilot penggunaan jalan pada ruas yang ditetapkan.

China juga telah menetapkan standar keamanan dasar yang seragam untuk berkendara otonom L3 dan L4. Standar tersebut mensyaratkan sistem berkendara otonom setidaknya sama amannya dengan pengemudi kompeten dan waspada saat menjalankan tugas berkendara dinamis. Aturan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi otonom di negara tersebut.

Di tengah persaingan global, langkah Volkswagen di Hefei menunjukkan bahwa perusahaan serius mengejar posisi di pasar kendaraan otonom China. Uji jalan nyata dan pengumpulan data menjadi tahap krusial untuk memastikan teknologi L3 aman dan andal. Hasil pengujian ini akan menjadi fondasi bagi kesiapan produksi pada 2027 mendatang.

Selain pengujian, Volkswagen China akan menggelar Technology Day pertama di Hefei pada Rabu, 28 Oktober. Ajang tersebut akan menjadi panggung bagi perusahaan untuk memamerkan kemajuan teknologi terbarunya. Acara ini sekaligus menegaskan posisi Hefei sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi Volkswagen di China.

Dengan rangkaian langkah ini, Volkswagen tampak membangun ekosistem lengkap mulai dari perangkat lunak, chip, hingga platform data. Kolaborasi dengan Horizon Robotics melalui Carizon menjadi tulang punggung pengembangan solusi berkendara AI. Semua elemen itu diarahkan untuk mendukung penerapan L3 dan L4 secara bertahap.

Bagi industri otomotif, langkah Volkswagen ini menjadi sinyal bahwa perlombaan kendaraan otonom di China semakin panas. Regulasi yang makin terbuka dan dukungan ekosistem teknologi lokal menjadi daya tarik tersendiri. Volkswagen pun tampaknya ingin memastikan diri tidak tertinggal dalam tren tersebut.

Ke depan, publik akan menantikan hasil uji jalan L3 di Hefei serta pengumuman pada Technology Day 28 Oktober. Jika target tercapai, kendaraan dengan kemampuan L3 Volkswagen bisa mulai dikirim pada paruh kedua 2027. Ini akan menjadi tonggak penting bagi perjalanan perusahaan di era kendaraan otonom.