Jakarta, Technologue.id — Komedian sekaligus pembawa acara Late Night, Seth Meyers, kembali menyoroti dinamika politik Amerika Serikat melalui segmen andalannya, "A Closer Look". Kali ini, sorotan tajam diarahkan pada kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping beserta istrinya, Peng Liyuan, ke Gedung Putih selama dua hari. Agenda tersebut menyita perhatian media nasional dan menjadi bahan lelucon di berbagai program televisi larut malam sepanjang pekan ini.

Dalam episode Senin malam, Meyers membedah secara mendalam momen jamuan makan malam kenegaraan yang digelar Presiden Donald Trump untuk tamu kehormatannya. Perhatian utama tertuju pada momen ketika Trump mengundang para hadirin untuk melihat langsung lokasi proyek ballroom kontroversial senilai 400 juta dolar AS. Undangan tersebut disampaikan dengan ajakan melewati tirai belakang yang disebut Trump sebagai "tirai indah di bagian belakang".

Meyers tidak melewatkan kesempatan untuk mengomentari ajakan tersebut dengan gaya khasnya. Menurutnya, situasi itu menyerupai adegan pembuka film horor yang berlatar sebuah toko barang antik. Ia membayangkan dialog menyeramkan antara pemilik toko dan pengunjung yang tidak sadar sedang berada dalam bahaya.

"Pertama-tama, jika seseorang mengundangmu untuk melewati 'tirai indah di bagian belakang', kamu harus segera keluar dari sana," ujar Meyers dalam segmen tersebut. "Ini seperti adegan pertama film horor yang berlatar di toko barang antik. Apa kau bilang sedang mencari patung Hummel? Sepertinya aku punya beberapa di balik tirai indah di bagian belakang. Sebelum kita pergi, izinkan aku bertanya: apakah ada yang tahu kamu ada di sini?"

Selain mengomentari soal tirai, Meyers juga menyinggung pernyataan Trump sebelumnya kepada wartawan. Trump menyebut bahwa ballroom tersebut akan berdiri di atas kompleks militer bawah tanah. Ia beralasan proyek itu dibangun karena adanya gugatan hukum yang ia nilai tidak masuk akal. Pernyataan tersebut merujuk pada upaya National Trust for Historic Preservation yang meminta pembangunan ballroom Gedung Putih dihentikan sementara.

Dalam perkembangan hukumnya, Hakim Pengadilan Distrik AS Richard Leon memutuskan bahwa pembangunan ballroom harus dihentikan sampai proyek tersebut mendapat otorisasi dari Kongres. Meski demikian, pekerjaan masih dapat dilanjutkan untuk kepentingan yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan, dan integritas struktural Gedung Putih. Keputusan ini menambah lapisan kontroversi pada proyek yang memang sejak awal menuai perdebatan publik.

Meyers lantas mempertanyakan logika di balik keputusan mengajak para pemimpin pemerintah asing melihat proyek tersebut. Ia menyoroti potensi masalah keamanan jika ballroom memang akan menampung fasilitas militer super rahasia. Menurutnya, menggelar tur bersama kepala pemerintahan negara lain untuk proyek sensitif semacam itu adalah keputusan yang sulit dipahami.

"Bukankah ballroom ini seharusnya mencakup sejumlah fasilitas militer super rahasia, dan jika benar, mungkin jangan menggelar tur bersama kepala pemerintah asing?" kata Meyers. "Pasti sangat mudah menjadi mata-mata zaman sekarang: Ini Falcon. Aku berada di lokasi, dan aku melihat pintu ballroom. Sesuai rencana, aku akan menciptakan pengalihan, lalu menunggu... tunggu dulu... sepertinya dia mungkin memang sedang memberi kami tur."

Kunjungan kenegaraan Xi Jinping sendiri menjadi salah satu agenda diplomatik paling disorot dalam beberapa waktu terakhir. Pertemuan di Gedung Putih selama dua hari itu mencakup sejumlah sesi resmi, termasuk jamuan makan malam kenegaraan yang biasanya menjadi puncak acara. Momen-momen seremonial seperti ini kerap menjadi bahan analisis media, baik dari sisi substansi kebijakan maupun simbolisme politiknya.

Bagi publik Amerika, sorotan terhadap ballroom senilai 400 juta dolar AS bukan hal baru. Proyek ini telah menjadi perbincangan panjang karena skala biayanya yang besar dan lokasinya yang strategis di area Gedung Putih. Kombinasi antara nilai proyek, isu hukum, dan potensi fungsi militernya membuat ballroom ini selalu menarik untuk dibahas, termasuk oleh para komedian larut malam.

Segmen "A Closer Look" yang dibawakan Meyers memang dikenal sebagai salah satu format komentar satir paling populer di televisi Amerika. Melalui segmen ini, ia rutin membedah isu politik dan kebijakan pemerintah dengan pendekatan humor yang tajam. Gaya penyampaian seperti ini membuat isu-isu kompleks, termasuk sengketa hukum proyek ballroom, lebih mudah dicerna oleh audiens luas.

Kritik Meyers kali ini menyoroti dua hal sekaligus: keunikan momen sosial dalam jamuan kenegaraan dan pertanyaan serius soal keamanan. Di satu sisi, ajakan melewati tirai belakang menjadi bahan lelucon yang menggelitik. Di sisi lain, pertanyaan soal fasilitas rahasia yang berpotensi dilihat tamu asing menyentuh isu sensitif yang berkaitan dengan kepentingan nasional.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih terkait sindiran yang dilontarkan Meyers. Publik masih menantikan kelanjutan dari proses hukum proyek ballroom yang kini berada di meja Kongres. Sementara itu, sorotan media terhadap kunjungan kenegaraan Xi Jinping diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Bagi penonton setia Late Night, segmen ini menjadi pengingat bahwa isu kebijakan dan proyek infrastruktur pemerintah selalu punya sisi lain yang bisa dibahas. Kombinasi antara humor dan kritik sosial menjadi ciri khas yang membuat program larut malam tetap relevan di tengah derasnya arus informasi politik. Mashable juga menyediakan buletin Top Stories bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan terbaik dari dunia late night.