Technologue.id, Jakarta – Monster Hunter Outlanders resmi ditetapkan meluncur pada 29 Oktober 2026 untuk perangkat iOS dan Android. Game action RPG berburu dan eksplorasi ini dikembangkan TiMi Studio Group dengan lisensi resmi Capcom, sementara distribusinya di sejumlah pasar ditangani Garena. Pengumuman tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian closed beta yang sebelumnya digelar untuk menguji sistem permainan sebelum peluncuran penuh. Berbeda dari Monster Hunter Now yang mengandalkan teknologi augmented reality, Outlanders dirancang sebagai pengalaman berburu penuh dengan eksplorasi dunia, pertarungan, pengumpulan sumber daya, dan crafting.

Hal yang membuat game ini menarik adalah upaya TiMi membawa formula utama Monster Hunter ke layar ponsel tanpa mengubah fondasi pertarungannya secara drastis. Pemain dapat menjelajahi berbagai bioma di Aesoland, melacak monster, mempelajari pola serangan, kemudian memburu target menggunakan senjata khas seri tersebut. Game ini juga menghadirkan dunia baru, Adventurers, Buddies, serta monster eksklusif yang tidak tersedia di seri utama. TiMi menyiapkan dua skema kontrol agar pengalaman bermain lebih sesuai dengan perangkat seluler, sekaligus menyediakan sistem yang lebih mudah dipahami pemain baru.

Baca Juga: Rainbow Six Mobile Makin Brutal, Zofia dan Mode Close Quarters Hadir di Concrete Impact

1000370321

Secara permainan, Monster Hunter Outlanders menggabungkan perburuan monster dengan eksplorasi dunia terbuka dan aktivitas bertahan hidup. Pemain dapat mengumpulkan material dari lingkungan, membuat fasilitas, meningkatkan perlengkapan, serta menjelajah bersama karakter pendamping. Situs resmi game juga menampilkan spesies Radiant dan Elder Dragon baru sebagai bagian dari konten eksklusif Outlanders. Salah satu monster orisinal yang sudah diperkenalkan adalah Ruger Aidal, sementara karakter, seperti Freya dan Haze turut diperlihatkan dalam materi promosi terbaru.

Dari sisi fitur, game ini tetap mempertahankan senjata klasik dan mekanisme berburu yang menjadi identitas Monster Hunter, tetapi seluruh sistemnya dioptimalkan untuk penggunaan layar sentuh. TiMi juga menambahkan karakter dan pendamping baru agar permainan tidak sekadar menjadi pemindahan seri konsol ke perangkat mobile. Perbedaan paling mendasar dibanding seri Monster Hunter utama adalah formatnya yang dirancang khusus untuk sesi bermain di ponsel, termasuk kontrol portabel, eksplorasi yang lebih fleksibel, serta model layanan berkelanjutan. Game ini menggunakan sistem free-to-play dengan pembelian dalam aplikasi, sehingga pemain dapat mengunduh dan memulai permainan tanpa membeli versi penuh di awal.

Baca Juga: PUBG Mobile Gandeng Lincoln, Mobil Klasik 1921 Masuk Medan Tempur

Untuk perangkat, Monster Hunter Outlanders tersedia di iPhone, iPad, dan Android, dengan App Store mencantumkan kebutuhan minimal iOS 15 atau lebih baru. Versi Android juga sudah tercatat di Google Play untuk sejumlah wilayah dan menyediakan sistem pembelian dalam aplikasi. Harga game ditetapkan gratis, sementara pendapatan berasal dari transaksi di dalam permainan. Di Indonesia, versi yang terdaftar di Google Play diterbitkan Garena dan telah menggunakan halaman berbahasa Indonesia, sehingga kehadiran regional untuk pemain Tanah Air sudah memiliki indikasi kuat.

Untuk Tiongkok daratan, peluncuran tidak dilakukan bersamaan dengan pasar lainnya karena versi tersebut dijadwalkan hadir mulai 2027. Sementara itu, peluncuran 29 Oktober menjadi tanggal resmi untuk versi internasional yang tersedia melalui perangkat iOS dan Android. Strategi TiMi dan Capcom terlihat jelas, membawa pengalaman berburu Monster Hunter yang lebih dekat dengan versi konsol ke basis pemain mobile, sekaligus memperluas jangkauan waralaba melalui model gratis dan konten baru. Bagi industri game global, langkah ini penting karena Outlanders bukan sekadar permainan sampingan berbasis IP, melainkan upaya menghadirkan sistem berburu, eksplorasi, dan pertarungan penuh dalam format mobile.

Dengan jadwal 29 Oktober 2026, Monster Hunter Outlanders kini memasuki tahap akhir menuju peluncuran resmi setelah menjalani beberapa fase pengujian. Target pemainnya mencakup penggemar lama Monster Hunter sekaligus pemain mobile yang belum pernah memainkan seri tersebut, dengan akses dan kontrol yang dibuat lebih ramah bagi pendatang baru. Capcom tetap menjadi pemegang lisensi, TiMi Studio Group menangani pengembangan, sedangkan Garena menjadi penerbit di pasar seperti Indonesia. Jika peluncuran berjalan sesuai rencana, Outlanders akan menjadi salah satu proyek mobile besar yang mencoba menjembatani standar permainan berburu konsol dengan kebutuhan pasar gim seluler.