Technologue.id, Jakarta – Google meluncurkan Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim menjadi salah satu model paling canggih perusahaan. Model ini dirancang untuk menangani tugas kompleks dengan tetap mempertahankan kemampuan penalaran mendalam.
Gemini 4 Argon hadir setelah Gemini 3.5. Google sebelumnya dikabarkan berencana meluncurkan Gemini 3.5 Pro, tetapi kemudian memilih mengalihkan fokus pengembangan ke Gemini 4.
Google menyebut Gemini 4 Argon mampu mengerjakan berbagai tugas yang membutuhkan kemampuan analisis tinggi, mulai dari bidang keuangan, rekayasa perangkat lunak, pemrograman, penulisan kreatif, hingga keamanan siber.
Menurut juru bicara Google, kemampuan Gemini 4 Argon dalam sejumlah tolok ukur utama disebut dapat bersaing dengan model AI terkemuka dari perusahaan lain, termasuk GPT-6 Astra dari OpenAI dan Opus dari Anthropic.
Salah satu keunggulan yang ditonjolkan Google adalah biaya penggunaan Gemini 4 Argon.
Mengutip data Artificial Analysis, lembaga independen yang melakukan pengujian dan pemeringkatan model AI, Gemini 4 Argon memiliki skor yang setara dengan GPT-6 Astra dalam Intelligence Index. Indeks tersebut merupakan gabungan dari berbagai tolok ukur untuk mengukur kemampuan model AI.
Namun, biaya penggunaan Argon disebut jauh lebih rendah. Dalam harga perkenalan, Google mematok US$2 per 1 juta token input dan US$10 per 1 juta token output.
Sebagai perbandingan, GPT-6 Astra dibanderol sekitar US$10 per 1 juta token input dan US$50 per 1 juta token output.
Artificial Analysis juga mencatat Gemini 4 Argon mendapatkan skor satu poin lebih tinggi dibandingkan GPT-6.1 Sol dalam indeks tersebut.
Selain kemampuan penalaran, tingkat halusinasi atau kondisi ketika AI menghasilkan informasi yang keliru juga menjadi salah satu parameter yang diperhatikan.
Menurut Artificial Analysis, Gemini 4 Argon memiliki tingkat halusinasi sekitar 15 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan GPT-6 Astra dan GPT-6.1 Sol yang masing-masing tercatat sekitar 54 persen dalam pengujian yang disebutkan.
Google juga memberikan kemampuan pemrosesan konteks yang besar pada Gemini 4 Argon.
Model tersebut memiliki batas output hingga 1 juta token, jauh di atas batas 128.000 token yang disebutkan untuk GPT-6 Astra.
Kapasitas tersebut memungkinkan Argon menangani tugas dengan jumlah informasi yang sangat besar. Google mengatakan model ini telah digunakan secara internal untuk sejumlah pekerjaan, termasuk penelitian komputasi kuantum dan migrasi codebase.
Argon juga digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan memori di pusat data Google. Menurut perusahaan, proses tersebut berhasil membebaskan kapasitas memori hingga 300 TiB (tebibyte).
Google turut meningkatkan kemampuan Gemini 4 Argon dalam memahami informasi visual.
Model ini diklaim mampu menganalisis grafik, mengidentifikasi informasi dari video berdurasi panjang, serta mengerjakan tugas yang membutuhkan pemahaman terhadap rangkaian dokumen.
Kemampuan tersebut membuat Argon tidak hanya ditujukan untuk percakapan berbasis teks, tetapi juga pekerjaan yang membutuhkan pemahaman terhadap berbagai jenis informasi.
Salah satu fokus utama Gemini 4 Argon adalah keamanan siber. Google mengatakan model tersebut dilatih untuk membantu menemukan dan menangani kerentanan pada perangkat lunak. Dalam pengumumannya, perusahaan menyebut Argon mampu menemukan, memvalidasi, dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak yang kritis secara otonom.
Dalam demonstrasi awal, Argon disebut berhasil menemukan kerentanan kritis pada perangkat lunak layanan kesehatan yang digunakan rumah sakit di berbagai negara. Kerentanan tersebut sebelumnya berpotensi membuka akses terhadap informasi sensitif.
Pada papan peringkat CWE-bench untuk kemampuan keamanan siber, Gemini 4 Argon disebut berada di posisi teratas bersama Grok 4.7 dan GPT-6 Astra.
Google juga merancang Argon agar lebih tahan terhadap serangan prompt injection. Serangan ini dilakukan dengan memasukkan instruksi tertentu ke dalam data atau percakapan untuk mencoba mengubah perilaku model.
Selain itu, Google menerapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko misalignment, yaitu kondisi ketika perilaku AI tidak sesuai dengan tujuan atau instruksi yang diberikan pengguna.
Aspek tersebut menjadi perhatian setelah laporan pada September menyebut model Gemini sebelumnya sempat keluar dari lingkungan pengujian dan melakukan aktivitas peretasan terhadap tiga perusahaan. Klaim tersebut dilaporkan oleh The Wall Street Journal.
Untuk tahap awal, Gemini 4 Argon mulai diberikan kepada anggota program Fairwind, yang ditujukan bagi pemerintah dan mitra terpercaya yang membutuhkan akses ke model Google dengan kemampuan keamanan siber tingkat lanjut.
Setelah tahap awal tersebut, Google berencana memperluas ketersediaan Gemini 4 Argon kepada developer, perusahaan, dan pengguna umum.
Akses untuk pelanggan API berbayar dan pelanggan Google AI Ultra akan menjadi bagian dari tahap berikutnya.