Jakarta, Technologue.id - Tiga dekade menjadi perjalanan panjang bagi Erajaya Swasembada untuk bertransformasi dari pemain distribusi gadget menjadi perusahaan ritel dengan ekosistem bisnis yang semakin beragam. Memasuki usia 30 tahun, Erajaya kini tidak lagi hanya mengandalkan bisnis perangkat teknologi dan telekomunikasi.

Perusahaan mulai memperluas portofolio ke kategori lifestyle hingga food and nourishment. Langkah ini menandai babak baru Erajaya sebagai Smart Lifestyle Retailer yang menyasar kebutuhan konsumen modern secara lebih luas.

President Director & Group CEO Erajaya Group Budiarto Halim mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari kemampuan perusahaan membaca perubahan industri, teknologi, serta kebutuhan konsumen. Menurutnya, Erajaya kini berkembang menjadi pemain ekosistem yang lebih besar.

"Pertama tentunya, Erajaya berkembang sebagai sebuah ecosystem player. Jadi, lebih dari peran yang kita jalankan sebagai gadget player, widget developer dan distribution," ujar Budiarto dalam konferensi pers perayaan 30 tahun Erajaya di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dalam model baru tersebut, Erajaya menggabungkan sejumlah kapabilitas, mulai dari kepemilikan dan pengelolaan brand, kemitraan, distribusi, jaringan media, omnichannel, teknologi rantai pasok, hingga pengelolaan pelanggan. Integrasi berbagai lini ini menjadi fondasi untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar ritel nasional.

Diversifikasi menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru yang disiapkan perusahaan. Setelah semester I/2026, bisnis non-digital yang mencakup lifestyle serta food and nourishment memang baru menyumbang sekitar 12% terhadap penjualan grup, tetapi kontribusinya terus menunjukkan pertumbuhan.

Langkah tersebut juga datang ketika bisnis utama Erajaya tetap menghadapi dinamika pasar. Pada semester I/2026, Erajaya Group mencatat penjualan Rp42,9 triliun atau tumbuh 22,4% secara tahunan, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 38% menjadi Rp784 miliar.

Di sisi lain, Erajaya terus memperbesar jaringan fisiknya. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah Era Blue, bisnis ritel elektronik rumah tangga yang telah memiliki sekitar 300 gerai dan mulai diperluas ke Jawa Barat serta Jawa Tengah, termasuk kota-kota lapis kedua.

Ekspansi ini menunjukkan bahwa strategi omnichannel tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan Erajaya. Perusahaan tidak hanya mengandalkan kanal digital, tetapi juga memperkuat kehadiran fisik di berbagai wilayah Indonesia.

Deputy CEO Erajaya Group Hasan Aula mengatakan integrasi menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan memasuki fase berikutnya. Menurutnya, berbagai lini bisnis perlu bergerak dengan semangat yang sama agar ekosistem Erajaya semakin kuat.

"One journey, one spirit itu sangat penting. Itu selalu disampaikan di Erajaya, kita harus act as one. Sehingga kita bisa menjadi lebih kuat, untuk bisa menghadapi dan berkembang ke luar," kata Hasan.

Transformasi tersebut sejalan dengan positioning Erajaya sebagai Smart Lifestyle Retailer. Dalam profil perusahaan, Erajaya menyebut ekspansi gerai, diversifikasi bisnis, serta penguatan layanan digital sebagai bagian dari strategi untuk menjaga relevansi terhadap kebutuhan konsumen modern.

Penguatan sisi digital juga tercermin dari berbagai inisiatif perusahaan dalam mengelola pelanggan. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal bagi pengguna setianya.

Budiarto menegaskan, usia 30 tahun bukan menjadi titik akhir perjalanan Erajaya. Perusahaan akan tetap memperkuat bisnis inti sembari mengembangkan mesin pertumbuhan baru melalui kategori lifestyle dan food and nourishment.

"Bagi kami memasuki usia 30 bukan merupakan titik akhir tetapi momentum untuk terus buat evolusi menjadi sebuah lifestyle retailer yang semakin relevan bagi konsumen, sekaligus menjadi partner yang terpercaya bagi brand dan mengembangkan talenta dan perusahaan," tegas Budiarto.

Dengan fondasi ekosistem yang semakin matang, Erajaya berupaya menjaga relevansi di tengah perubahan perilaku konsumen. Perjalanan tiga dekade menjadi pijakan untuk memperluas peran sebagai mitra brand sekaligus penggerak gaya hidup modern di Indonesia.