Technologue.id, Jakarta - Google Chrome kerap disebut sebagai browser yang boros RAM. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penggunaan memori yang tinggi justru bisa menjadi bagian dari cara Chrome menjaga keamanan dan kelancaran saat menjelajahi internet.

Dikutip dari Engadget, Chrome memang membutuhkan RAM untuk menjalankan banyak tab, memproses situs web modern, serta mendukung berbagai ekstensi. Namun, penggunaan RAM yang tinggi tidak selalu berarti browser bermasalah.

Chrome menggunakan proses terpisah untuk setiap situs web agar jika satu tab mengalami crash, tab lainnya tidak ikut terganggu. Metode ini juga membantu meningkatkan keamanan karena setiap situs berjalan dalam lingkungan yang terisolasi atau sandbox.

Konsekuensinya, Chrome memang bisa menggunakan lebih banyak RAM dibandingkan browser yang menggabungkan lebih banyak tab dalam satu proses.

RAM yang digunakan browser juga tidak harus selalu ditekan serendah mungkin. Memori berfungsi menyimpan data agar aplikasi dapat berjalan lebih cepat dan responsif.

Meski begitu, penggunaan RAM yang terus meningkat tanpa alasan jelas bisa menjadi tanda memory leak, yakni kondisi ketika program tidak melepaskan memori yang sudah tidak diperlukan.

Untuk memeriksanya, pengguna bisa membuka Task Manager bawaan Chrome dengan menekan Shift + Esc. Dari sana, pengguna dapat melihat tab atau ekstensi yang paling banyak menggunakan memori.

Chrome juga memiliki fitur Memory Saver yang bisa membantu mengurangi penggunaan RAM. Fitur ini akan menonaktifkan sementara tab yang tidak aktif dan memuatnya kembali saat dibuka.

Pengguna bisa menemukan fitur tersebut melalui menu Settings > Performance. Situs tertentu juga dapat dikecualikan agar tidak dinonaktifkan otomatis.

Selain Chrome, Microsoft Edge memiliki fitur sleeping tabs untuk mengurangi penggunaan memori. Sementara itu, Firefox dapat melepas tab dari memori ketika kapasitas RAM mulai terbatas.