TeamViewer juga mencatat kekhawatiran keamanan, privasi, dan risiko sebagai hambatan utama bagi 47% responden manufaktur. Sementara itu, 34% menyebut keterbatasan keterampilan atau pelatihan, sehingga keraguan atas dampak bisnis menjadi salah satu dari tiga kendala teratas.

Mei Dent, Direktur Produk dan Teknologi TeamViewer, mengatakan banyak pabrik masih mengandalkan sistem yang dibangun selama puluhan tahun. “Kemajuan terbesar justru dapat datang dari ribuan keputusan kecil, seperti menemukan masalah lebih awal dan mengurangi hambatan sehari-hari,” ujarnya.

Dent menambahkan bahwa dampak upaya tersebut dapat luput dari perhatian karena berlangsung di latar belakang. Menurutnya, organisasi yang menciptakan nilai paling besar biasanya mengatasi masalah kecil secara konsisten dan menunjukkan hasil melalui kasus penggunaan tertentu.

Manfaat yang dirasakan pekerja turut memberi gambaran mengenai penggunaan AI. Sebanyak 44% responden manufaktur mengatakan teknologi tersebut telah meningkatkan produktivitas mereka, dibandingkan 39% responden dari seluruh sektor.

Responden manufaktur yang memeriksa keluaran AI menghabiskan rata-rata 1,6 jam per minggu untuk verifikasi. Waktu itu lebih rendah daripada rata-rata lintas sektor, 1,9 jam, dan sektor teknologi, 2,7 jam.

Untuk 2030, sebanyak 35% responden manufaktur memperkirakan akan menyerahkan lebih banyak tugas kepada AI dan berfokus pada pekerjaan bernilai lebih tinggi. Angka tersebut melampaui rata-rata lintas sektor, yaitu 28%, menurut TeamViewer.